Jumat, 21 April 2017

LAPORAN PENGOLAHAN DAN INTERPRETASI DATA CITRA ‘KOMPOSIT WARNA DAN LOOKUP TABLE (LUT)’




OLEH :
MUHAMMAD F. BARCINTA
NIM : 2014-64-024


PATH : 108 ROW : 62
SENSOR ETM
LOKASI : AMAHAI, MALUKU TENGAH

Langkah kerja :
- Cara mendownload data
ü  Buka situs http://glcfapp.glcf.umd.edu/ > ESDI >Map search Path and Row >Clik centang di sebelah kiri bagian atas pilih sensor ETM sesudah itu> Preview and didownload citra untuk Band 1-7 .

- import citrahasil download
ü  Pertamabuka data citra yg tadi anda download dan sudah di ekstrak, Buka ilwis pilih file (gambar.1) > import>ilwis (gambar. 2) > raster (gambar. 2) >pilih Tagged Image File Format (TIF) (gambar. 3) > input (pilih citra yang ingindi import keilwis) (gambar. 3) selanjutnya pilih Output (ganti nama dengan import b1 untuk b1 dan seterusnya) (gambar. 3) dan klik ok

-          Akuisisi data
1.       Bukailwis 3.7



2.       kemudian pilih file> import>, seperti berikut :


3.      selanjutnya, pilih Tagged Image Format (TIF)> input diisi dengan file yang tadi sudah diextract>ouput diisi dengan nama tertentu misalnya (amahei1) dan seterusnya untuk b2-band 7 >klik ok 



-          Cropping area kerja
1.      Pilih operation list >pilih submap of raster map>pilih coodinates


2.      Masukan koordinatnya juga (koordinat untuk daerah amahai)> output raster map diisi dengan nama “amahai1” sampai seterusnya untuk band 2-band 7


-          Buat sample set
1.      Pilih file>create>sample set 



2.      Simpan sample dengan nama yang diinginkan (amahei sampelset) :amahei samapelset> domain diisi dengan nama amaheidom (seperti yang telah dibuat)  isi kolom selanjutnya dengan min 15 objek>klik ok

3.      kemudian masukan objek yang akan diidentifikasi > seperti terumbu karang, mangrove, lautdangkal, laut dalam, awan, bayangan awan, perumahan, hutan semak, hutan campur, lamun, pelabuhan, lahan kosong, gundukan pasir dan pasir pantai. Contohnya seperti gambar berikut:



-          Buat lut
1.      Bukasatu band yang telah di crooping (amahai1) yang tadi sudah dibuat>buat lut dengan beberapa pilihan misalnya : FINEGRAY, MAGENTA, INVERSE, GREEN dan PSEUDO
ü  TAMPILAN UNUK FINEGRAY :


ü  TAMPILAN LUT UNTUK INVERSE :


ü  TAMPILAN LUT UNTUK MAGENTA :


ü  TAMPILAN LUT UNTUK GREEN


ü  TAMPILAN LUT UNTUK PSEUDO


3.      Tampilan lut menggunakan teknik pseudo tampilannya akanseperti gambar dibawah ini.
-          Citra komposit dan citra komposit dengan menggunakan algoritma
a.       Citra komposit
1.      Pilih color composite>red band diisi dengan band 3,green band di isi dengan band 2, blue band di isi dengan 1> output map di isi dengan nama 321 asli komposit AMAHAI >klik show

2.      Tampilannya akan seperti ini


b.      Menggunakan algoritma
1.      Pilih map calculation > masukan rumus seperti gambar dibawah ini > klik show




2.      Tampilannya akan seperti ini






HASIL

-          Raining area (contoh untuk band 1)


-          Sample set


-          Hasil klasifikasi 



-          Histogram Klasifikasi


-          Hasil warna lut untuk band 1menggunakan teknik pseudo


-          Hasil warna lut menggunakan tampilan untuk finegray:


-          Tampilan lut untuk inverse :


-          Tampilan lutu ntuk magenta :



-          Tampilan lut untuk green



-          Hasil warna komposit asli band,3,2,1



-          hasil band menggunakan algoritma


-          histogramalgoritma




KESIMPULAN :
Dari hasil yang diperoleh dari pengolahan pada aplikasi ILWIS tentang “pengolahan dan interpretasi data citra untuk komposit warna dan look up table (lut)” bahwa dapat tampilan yang baik untuk penampakan peta dengan warna aslih adalah dengan menggunakan band 321. Selain itu, dari beberapa model tampilan LUT yang paling baik tampilannya untuk membedakan objek tutupan lahan adalah dengan menggunakan format PSEUDO untuk tampilan petanya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar